Batu Akik Chalcedony (kalsedon)
Chalcedony (kalsedon) adalah bentuk kriptokristalin dari silika, terdiri dari mineral kuarsa dan moganit yang saling bertumpuk. Kuarsa dan moganit merupakan mineral silika, namun kuarsa memiliki struktur trigonal sedangkan moganit bersifat monoklinik. Struktur kimia dari chalcedony adalah SiO2.
Nama kalsedon atau chalcedony berasal dari bahasa Latin chalcedonius (atau calchedonius). Istilah ini pertama kali ada pada karya Pliny the Elder, Naturalis Historia untuk menyebut batuan Jaspis yang transparan.Istilah ini kemungkinan terinspirasi dari nama kota Chalcedon di Asia Kecil. Namun istilah khalkedon (χαλκηδών) juga muncul dalam Book of Revelation.
Chalcedony pernah disangka sebagai kriptokristalin kuarsa yang berserat namun kini diketahui chalcedony juga bersifat polimorf karena keberadaan moganit di dalamnya. Kadar moganit dalam satu sampel chalcedony cukup bervariasi, umumnya antara 5 hingga 20 persen.

Batuan Kalseidon ini banyak ditemukan di pegunungan Kapur Nusantara, tetapi sampai saat tulisan ini dibuat Batu Kalseidon dengan kualitas terbaik adalah batuan yang diambil dari gugusan bukit kapur Gunung Sewu Kabupaten Pacitan. Tepatnya sepanjang sungai Keladen, Bak Sooka sampa sungai Maron Di kecamatan Punung dan Kecamatan Donorojo.

Batu Chalcedony Pacitan Hari ini masih menjadi primadona batu mulia, karena sejak lama para pengrajin di dekat daerah sumber batu Chalcedony ini membuat batu akik berbahan baku Chalcedony Pacitan. Bapak Ebit dan Bapak Muji Misalnya, sudah lebih dari Sepuluh tahun atau bahkan sudah dari jaman kake buyutnya sudah menjadi pengrajin Batu akik. Jika anda berminat ke Pacitan jangan lupa untuk datang di Desa Sooka Kecamatan Punung, atau desa Gendaran Di Kecamatan Donorojo untuk melihat secara langsung proses pembuatan batu akik Chalcedony ini. Jika anda tidak punya waktu bisa melihat tayangan Video Cara Pembuatan Batu akik Chalcedony ini :



Meski memiliki senyawa kimia yang identik dengan kuarsa, chalcedony bersifat lebih larut dibandingkan kuarsa pada temperatur yang rendah. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kristal chalcedony yang lebih halus sehingga memiliki rasio luas permukaan dan volume yang lebih tinggi. Kelarutan yang lebih tinggi ini juga diperkirakan karena keberadaan moganit.



Post a Comment

Powered by Blogger.