Setelah Bupati Purbalingga meminta aparat pemerintah mengenakan batu akik khususnya batu akik Klawing, saat ini Bupati Banyumas Achmad Husein juga mengimbau jajaran pemerintahan setempat menggunakan cincin batu akik setiap Kamis bersamaan dengan penggunaan pakaian adat Banyumas.

“Imbauan ini hanya untuk meramaikan dan melariskan pedagang, tidak ada maksud lain, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan dunia mistik, itu tidak ada sama sekali,” kata Achmad Husein di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, seperti dilansir Antara.

Pedagang menunjukkan batu akik dan kartu sertifikatnya yang dijualnya di pasar tradisional Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/2). Penjualan dan permintaan batu akik yang memiliki sertifikat mengalami peningkatan karena sertifikat tersebut selain menunjukan keasliannya, juga hara jual yang relatif tinggi dibandingkan batu akik tanpa sertifikat. ANTARA FOTO/Rudi MulyaPedagang menunjukkan batu akik dan kartu sertifikatnya yang dijualnya di pasar tradisional Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/2). Penjualan dan permintaan batu akik yang memiliki sertifikat mengalami peningkatan karena sertifikat tersebut selain menunjukan keasliannya, juga hara jual yang relatif tinggi dibandingkan batu akik tanpa sertifikat. ANTARA FOTO/Rudi Mulya
Bupati menyampaikan imbauan tersebut di sela-sela sosialisasi mengenai Rancangan Peraturan Bupati tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang diikuti seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat se-Kabupaten Banyumas, dan lurah se-eks Kota Administratif Purwokerto. (Baca juga: Batu akik klawing wajib ada di jari pejabat Purbalingga, kenapa?)

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa menggunakan cincin batu akik dapat mengingatkan manusia terhadap kebesaran Tuhan Yang Mahaesa dengan melihat keindahan batu ciptaan-Nya yang beraneka ragam.

Usai sosialisasi, Bupati mengajak seluruh pimpinan SKPD, camat, dan lurah se-eks Kota Administratif Purwokerto untuk mengunjungi pasar akik “Serayu Stone” di Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Dalam kesempatan tersebut, dia meminta para pejabat di lingkungan Pemkab Banyumas untuk menyosialisasikan keberadaan pasar akik “Serayu Stone” sehingga bisa meningkatkan pendapatan pedagang akik.

“Para pedagang akik yang sebelumnya tersebar di beberapa tempat, saat ini telah ditempatkan di Serayu Stone. Setelah di Serayu Stone ramai, nanti akan dikembangkan di Pasar Wage lantai dua,” katanya.

Salah seorang pedagang akik, Lujeng mengaku senang dengan adanya imbauan penggunaan cincin batu akik setiap hari Kamis. “Ini akan menguntungkan bagi kami para pedagang,”

Post a Comment

Powered by Blogger.